Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 51 tahun) adalah seorang Penyanyi beraliran balada dan Country yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia
pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya,
dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang
(seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia)
mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals
tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah
pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar
Juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989,
sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah
Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa
tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum
'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang
tersebar di seluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan
mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan OI.
Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga
sekarang kantor cabang OI dapat ditemui di setiap penjuru nusantara dan
beberapa bahkan sampai ke mancanegara.[rujukan?]
blogger ini di buat atas persetujuan dari berbagai pihakdan sponsor yg terlibat dlam pembuat blogger ini
Sabtu, 16 Maret 2013
doraemon
Tokoh-Tokoh
Tokoh Doraemon Petualangan ini adalah:Doraemon
- Nama Panjang : Doraemon
- Jenis Kelamin : Laki-laki
- Tempat tinggal: Dulu Tokyo tahun 2112, Sekarang Tokyo tahun 1982, Jepang
Nobita
- Nama Panjang : Nobita Nobi (Nobi Nobita)
- Jenis kelamin : Laki-laki
- Tempat Tinggal: Tokyo, Jepang.
- kesukaan: tidur, bermain
Shizuka
- Nama Panjang : Shizuka Minamoto(Minamoto Shizuka)
- Jenis kelamin : Perempuan
- Tempat tinggal : Tokyo, Jepang
Giant/Takeshi
- Nama Panjang : Takeshi Gouda (Gouda Takeshi)
- Jenis Kelamin : Laki-laki
- Tempat Tinggal: Tokyo, Jepang
Suneo
- Nama Panjang : Suneo Honekawa (Honekawa Suneo)
- Jenis Kelamin : Laki-Laki
- Tempat Tinggal: Tokyo, Jepang
Eru
- Nama Panjang : Eru minat
- Jenis Kelamin : Laki-Laki
- Tempat Tinggal: Uni Muu
Buggy
- Nama Panjang : Mobil Buggy Amphibi
- Jenis Kelamin : Tidak ada karena hanya mobil
- Tempat Tinggal: Kantung Doraemon
Poisedon
- Nama Panjang : -
- Jenis Kelamin : -
- Tempat tinggal: Uni Atlantis
Ibu Nobita/Tamako
- Nama Panjang : Dulu Tamako Kataoka (Kataoka Tamako), Sekarang:Tamako Nobi (Nobi Tamako)
- Jenis Kelamin : Perempuan
- Tempat Tinggal: Tokyo, Jepang
Ayah Nobita/Nobisuke
- Nama Panjang : Nobisuke Nobi (Nobi Nobisuke)
- Jenis Kelamin : Laki-laki
- Tempat tinggal: Tokyo, Jepang.
Kamis, 14 Maret 2013
cerita tentang iwan fals
Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 51 tahun) adalah seorang Penyanyi beraliran balada dan Country yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan OI. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui di setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan OI. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui di setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke
Rabu, 13 Maret 2013
Pengalaman Kuliah
Pengalaman Kuliah di Gunadarma
Cerita
ini akan saya awali dari saat ospek dimna ospek itu berlangsung pada
bulan puasa.Mana lagi pagi-pagi ospeknya.Biasanya saya masih tidur
jam-jamsegitu.Saat ospek saya bareng tmn SMA saya karena dia pendaftaran
bareng dengan saya.Teman saya 2 orang yang bareng dengan saya
ospeknya.Teman saya yang 1 rambutnya tidak terlalu botak dan dia cepak
rambutnya,sehingga dia rambutnya dicukur oleh senior.
Acara
ospeknya cuma bikin ngantuk doank.Apa lagi acaranya Cuma dengerin
senior-senior ngenalin diri,Sudah gitu ada dosen pake cerita-cerita
segala.Saat sudah mau selesai acaranya,kan ada yang kaya motivator
gitu.Dia ceramah yang sedih,tapi karena kebetulan motivator itu waktu
dulu pernah ke SMA saya pas lagi mabit,jadi saya tidak terpengaruh lagi
dengan kata-katanya.Waktu dia lagi memberi ceramah pas lagi mabit di
SMA,teman2 saya banyak yang nangis,bahkan anak2 yang terbilang bengal
pun nangis.Saat itu hampir semua anak-anak nangis saya jadi binggung kok
dengerin ceramah doank bisa sampe nangis,Karena kebetulan didepan saya
ada teman yang nanggisnya ngejer banget sehingga banyak guru yang
menenangkannya.Karena banyak yang nanggis yasudah saya juga ikut nanggis
aja sedikit biar keliatan anak baik yang punya hati.Saat ospek sudah
selesai banyak anak-anak yang langsung buka puasa karena tidak kuat
kali.Saya juga di ajak teman saya buat buka puasa,Cuma tanggung sekali
mendingan langsung pulang deh saya. Sebelum pulang semua mahasiswa yang
ikut ospek mendapatkan almamater dan buku pelajaran.
Saat
hari pertama kali masuk kuliah saya binggung nyari kelasnya dmana.Apa
lagi teman-teman SMA saya yang ospeknya bareng dengan saya tidak ada
yang sekelas dengan saya.Sebenarnya saya sudah tahu kelasnya dimana
karena sudah melihat distudentsite,tapi untuk memastikannya lagi saya
harus melihat informasinya.Untung saja ada mading,yasudah saya ikut
rame-ramein disana sambil pura-pura baca sambil lihat siapa tahu ada
anak yang melihat mading ternyata sekelas.Eh ternyata benar ada juga
anak yang sekelas dengan saya dan dia juga sedang ngeliat mading.Kita
masuk kelas kita berdua.
Saat
masuk kelas pertama kali terasa beda sekali suasananya karena tidak ada
yang saya kenal orang-orangnya.Ternyata ada teman SMA saya yang sekelas
dengan saya.Saya tidak tahu kalo dia masuk ke Gunadarma.Dia awalnya
memanggil saya eh ternyata dia teman sma saya.Tapi karena tidak terlalu
kenal yasudah.
Saat
saya pindah tempat duduk ternyata saya ketemu dengan teman yang
sepertinya mirip-mirip dengan kelakuan teman-teman SMA saya.Akhirnya
kita main bareng karena sepertinya orangnya enak.Ada tuh teman saya yang
kerjanya ngikutin orang mulu.Saat saya makan bubur dengannya sambil
menunggu teman saya.Eh karena buburnya habis ada yang mau beli sehingga
jadi tidak enak sekali kita diejek yang tidak bagus.Makanya saya nyesel
sekali kalo diikutin mulu.
Saat
hari kedua kuliah,masih terasa enak sekali karena masih banyak yang
belum kenal jadi santai saja.Saat sedang makan saya bertemu teman SMA
saya dan dia binggung kenapa saya cepat sekali dapet teman banyak.Karena
saat sedang makan saya membawa teman yang banyak.Dan dia agak
heran.Maklum saja dia melihat saya pas SMA temannya tidak terlalu banyak
dan ternyata sekarang banyak.Pas SMA temannya dia lebih banyak karena
kebanyakan teman dari SMP nya ketemu lagi.Beda dengan saya yang tidak
ada teman SMP yang satu sekolah.Cuma 3 orang itupun perempuan semua.Dah
gitu pas SMP mana pernah sekelas.
Sampai
sekarang kuliah di Gunadarma menyenangkan,karena anak-anaknya enak
semua.Semoga saja saat kelas 2 nanti saya mendapatkan kelas yang enak
juga.Tapi karena saking enaknya maen bareng anak-anak sampai-sampai
belajarnya jadi tidak serius.Padahal banyak sekali anak-anak yang pintar
Cuma belum kelihatan saja.Semuanya juga seperti keluarga padahal kenal
belum ada 1 tahun.
Semoga
saja nanti saat pembagian nilai IPK.IPK saya bagus sehingga saya bisa
masuk kelas yang unggulan.Karena jika kelas 2nya nanti tidak
beres,takutnya nanti kedepannya juga tidak beres juga.Maka dari itu
setelah melihat hasil UTS saya yang nilainya bervariasi dari
jelek,lumayan,bagus(menurut saya).Maka dalam rangka menuju UAS yang
tinggal beberapa hari lagi saya akan belajar lagi dengan baik.
Selasa, 04 Desember 2012
tgas ibd ,KEGELISAHAN MANUSIA DAN PENYEBABNYA
KEGELISAHAN MANUSIA DAN PENYEBABNYA
Kegelisahan dan
Gejalanya
Kesadaran
manusia akan hakikatnya sebagai bagian dari kosmologi dan perannya sebagai
mahluk yang ‘mendiami dunia’ maka lahirlah beberapa konsep yang dipakainya
sebagai dasar manusia hidup.
Konsep-konsep
tersebut adalah hidup sekedarnya, takdir, dan cakra manggilingan. Apabila
manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang
timbul adalah kegelisahan. Sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap
pamrih (tidak ikhlas). Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap
keserakahan dan konflik. Keserakahan dan konflik akan memunculkan ketakutan,
kekecewaan, dan pada akhirnya adalah kegelisahan.
Selain
kegelisahan, penderitaan juga disebabkan karena kekecewaan, yaitu apa yang
diharapkan ternyata tidak diperoleh. Jadi penderitaan juga berhubungan dengan
pamrih. Penderitaan juga berhubungan dengan ketakutan. Orang yang selalu merasa
takut akan hidup menderita. Penderitaan yang menimpa hidup manusia banyak
berhubungan dengan ‘daya hidup’ yang menjelma menjadi hawa nafsu.
Terdapat
berbagai daya hidup yaitu daya hidup raewani, nabati, haewani, jasmani, rohani,
rohmani, dan robbani. Daya hidup ini akan berpengaruh terhadap tingkat
kesempurnaan hidup manusia yaitu tingkat An Nafs al Ammarah, al Lawwamah, al
Mulhima, al Qana’ah, al Mut’mainnah, al Radiyah, dan al Kamilah.
Untuk bisa
menuju kesempurnaan hidup di mana hidup sudah tidak mengenal lagi kegelisahan
dan penderitaan maka orang harus melakukan olah batin. Olah batin tersebut
adalah dalam rangka menghilangkan nafsu dan pamrih. Terdapat olah batin yang
harus diikuti supaya kesempurnaan jiwa dapat dicapai, yaitu mengembangkan sikap
selalu instrospeksi, sabar, nrimo, dan ikhlas.
Manusia
selama ini seringkali tenggelam dalam kegelisahan. Berbagai penyebab
kegelisahan telah menyita waktu dan perhatian manusia, dan sayangnya banyak
yang tidak menyadari betapa mengganggunya kegelisahan itu. Kegelisahan yang
timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka
di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk mengerti
bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan
dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu
kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang
kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang
membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak terlatih. Kegelisahan adalah suatu
rasa tidak tenteram, tidak tenang, tidak sabar, rasa khawatir/cemas pada
manusia. Kegelisahan merupakan gejala universal yang ada pada manusia manapun.
Namun kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingakah laku atau gerak –
gerik seseorang dalam situasi tertentu. Jadi, kegelisahan merupakan sesuatu
yang unik sebagai manifestasi dari perasaan tidak tenteram, khawatir,
ataupun cemas.
Mengapa
manusia gelisah?
Hal ini
terjadi karena adanya keterbatasan manusia untuk dapat mengetahui hal-hal yang
akan datang atau yang belum terjadi. Hal ini terjadi misalnya karena adanya
suatu harapan, atau adanya ancaman. Manusia gelisah karena takut terhadap
dosa-dosa dan pelanggaran (yang telah dilakukan), takut terhadap hasil kerja
(tidak memenuhi kepuasan spiritual), takut akan kehilangan milik (harta dan
jabatan), atau takut menghadapi keadaan masa depan (yang tidak disukai).
Sedangkan sumber kegelisahan berasal dari dalam diri manusia (internal)
misalnya rasa lapar, haus, rasa sepi, dan dari luar diri manusia (eksternal)
misalnya kegelisahan karena diancam seseorang.
Kegelisahan
menunjuk pada seseuatu negatif, tetapi di sisi lain tetap mempunyai harapan.
Sehingga antara kegelisahan dan harapan seolah-olah merupakan saudara kembar.
Muncul ketenangan apabila ada keseimbangan antara kegelisahan dan harapan.
Untuk keluar dari kegelisahan, manusia harus mengetahui alasan dasar atau sebab
dari kegelisahannya. Bila ia menyelidiki masalah tersebut, akan jelas bahwa
pada saat ia mulai membangkitkan kekotoran dalam batin atau pikiran, ia pasti
menjadi gelisah. Pikiran yang tidak murni dan kotor tidak dapat hadir bersamaan
dengan kedamaian dan keharmonisan. Pergaulan bebas di kampus dapat menyebabkan
kegelisahan diri yang bisa teramat dalam. Rasa penyesalan atas apa yang telah
dilakukan dan takut tidak akan dihargai oleh orang lain lagi akibat pergaulan
bebas membuat kegelisahan diri. Oleh karena itu, sebelum terjadi penyesalan dan
kegelisahan, sebaiknya sebagai mahasiswa yang tujuan utamanya adalah
menuntut ilmu, sebaiknya kita tidak usah mengikuti pegaulan bebas yang tidak
tau arahnya kemana.
Menurut
Sigmun Freud, ada 3 macam kegelisahan :
a.
Kegelisahan objektif.
Kegelisahan
ini identik dengan kenyataan. Ciri-ciri utamanya adalah ia bersumber dari luar
diri manusia. Hal ini muncul dari antisipasi seseorang berdasarkan pada
pengalaman perasaanya. Artinya, kegelisahan ini muncul setelah adanya pemicu
atau sebab dari luar kemudian direspon oleh orang-orang banyak, karena ia
bersifat objektif. Respon yang diberikan oleh orang-orang banyak itu seragam
karena mereka telah pernah mengalaminya dan merasakan akibat dari sumber itu
secara luas. Contohnya : Kegelisahan masyarakat setelah ada pengumuman kenaikan
BBM.
b.
Kegelisahan neurotik.
Seperti
namanya, kegelisahan ini berhubungan dengan sistem syaraf kita. Syaraf-syaraf
kita bekerja secara alami ketika tubuh merasa terancam atau mengetahui akan ada
suatu hal berbahaya yang akan terjadi. Tubuh tidak diperintahkan untuk
melakukannya. Singkatnya kegelisahan ini ditimbulkan oleh suatu pengamatan
tentang bahaya naluriah. Contohnya: Kegelisahan para peserta Idonesian Idol
ketika akan mengetahui siapa yang harus pulang pada malam mereka tampil dan
kegelisahan murid-murid sekolah ketika menunggu hasil ujian akhir.
c. Kegelisahan moral.
c. Kegelisahan moral.
Kegelisahan
ini mucul dari dalam diri sendiri. Sebagian besar karena rasa bersalah atau
malu dalam ego yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan bahaya dari hati nurani.
Hal ini timbul karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai hari nurani dan
sadar atau tidak mereka tahu mana hal yang benar dan mana yang salah. Walaupun
mereka melakukan kejahatan, setiap orang pastilah tahu hal yang dilakukannya
itu adalah salah. Keadaan mungkin yang memaksa mereka melakukannya. Jadi,
mereka tetap mempunyai rasa bersalah dan mengalami kegelisahan moral itu.
Contohnya: Setelah terungkap permasalahan korupsi di tubuh KPU, banyak pihak
yang terkait merasa gelisah.
B. Faktor
Penyebab Kegelisahan
Bukan
merupakan sebuah kepastian bahwa akar penyebab kegelisahan selalu bermula dari
faktor keluarga atau metode pendidikan yang diterapkan oleh kedua orang tua.
Bahkan, terkadang ia muncul dari diri penderita sendiri dan itu merupakan
faktor sangat dominan dan berpengaruh dalam semua aspek keberadaan manusia
sampai akhir hayatnya.
a. Dari Dalam
a. Dari Dalam
Mungkin,
kita bisa menyebutkan beberapa hal berikut ini yang berhubungan dengan
pembahasan tersebut:
1. Cinta
Diri
Kecintaan
seseorang terhadap dirinya merupakan hal yang wajar, namun sebagian orang telah
berlebihan dalam mempertahankan cinta tersebut, sehingga terbebani dengan
berbagai macam penderitaan dan rasa sakit. Dalam pembahasan ini, yang dimaksud
cinta diri adalah kecintaan melampaui batas, perhatian berlebihan terhadap diri
sendiri, dan sangat sensitif terhadap segala hal yang berkaitan dengan itu,
sehingga ia tidak mendapati musibah yang lebih parah dari penyakit tersebut.
Ya perhatian yang berlebihan terhadap diri akan menyebabkan munculnya keinginan buruk dalam diri seseorang, seperti ingin meraih kecintaan dari semua manusia, mengharapkan kehadiran mereka dengan patuh dan mau melaksanakan perintahnya secara keseluruhan demi memperoleh kerelaannya.
Ya perhatian yang berlebihan terhadap diri akan menyebabkan munculnya keinginan buruk dalam diri seseorang, seperti ingin meraih kecintaan dari semua manusia, mengharapkan kehadiran mereka dengan patuh dan mau melaksanakan perintahnya secara keseluruhan demi memperoleh kerelaannya.
2. Lalai
dalam Mengingat Allah
Dalam beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam keadaan tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang dalam mengingat Allah, berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan perintah dan larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan yang telah mengguncangkan jiwanya.
Ya, orang yang hatinya bersih dan yakin kepada Allah tidak akan terkena penyakit ini, kecuali bila menderita cacat atau penyakit tertentu. Dari sudut pandang agama, mengingat Allah ibarat benteng kuat dan baju besi yang melindungi manusia dari berbagai macam bahaya, seperti penyakit kejiwaan. Sebagaimana, kita juga dapat menjadikannya sebagai pijakan dalam proses pengobatannya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa was-was bisa muncul sebagai akibat perbuatan haram dan mungkar, sebaliknya mencari perlindungan Allah dapat mencegah seseorang dari dampak negatifnya.
Dalam beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam keadaan tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang dalam mengingat Allah, berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan perintah dan larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan yang telah mengguncangkan jiwanya.
Ya, orang yang hatinya bersih dan yakin kepada Allah tidak akan terkena penyakit ini, kecuali bila menderita cacat atau penyakit tertentu. Dari sudut pandang agama, mengingat Allah ibarat benteng kuat dan baju besi yang melindungi manusia dari berbagai macam bahaya, seperti penyakit kejiwaan. Sebagaimana, kita juga dapat menjadikannya sebagai pijakan dalam proses pengobatannya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa was-was bisa muncul sebagai akibat perbuatan haram dan mungkar, sebaliknya mencari perlindungan Allah dapat mencegah seseorang dari dampak negatifnya.
3. Gejolak
Hati
Terkadang was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan hati yang sangat keras akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan problem dan khayalan sia-sia, sehingga sering kali hal itu menyeretnya kedalam kubangan was-was.
Karena itu, ketika seorang anak kecil megotori badannya, maka ia akan segera melawan guncangan jiwa lantaran takut akan hukuman ibunya dengan cara mencuci kotoran tersebut berulang kali. Dan, pengulangan itu memberikan kemungkinan bagi muncul dan tertanamnya pemikiran yang bersifat was-was tersebut. Sebagian orang berkeyakinan bahwa pemikiran yang disertai perasaan was-was sebenarnya merupakan sejenis kegelisahan yang timbul dari penyakit kejiwaan yang dapat disembuhkan dengan mudah.
Terkadang was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan hati yang sangat keras akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan problem dan khayalan sia-sia, sehingga sering kali hal itu menyeretnya kedalam kubangan was-was.
Karena itu, ketika seorang anak kecil megotori badannya, maka ia akan segera melawan guncangan jiwa lantaran takut akan hukuman ibunya dengan cara mencuci kotoran tersebut berulang kali. Dan, pengulangan itu memberikan kemungkinan bagi muncul dan tertanamnya pemikiran yang bersifat was-was tersebut. Sebagian orang berkeyakinan bahwa pemikiran yang disertai perasaan was-was sebenarnya merupakan sejenis kegelisahan yang timbul dari penyakit kejiwaan yang dapat disembuhkan dengan mudah.
4. Rasa
Takut dan Malu
Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, sebab seorang pemalu adalah orang yang takut berdiam diri dan inilah yang mengharuskan kita membahas tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi problem yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan orang lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam was-was.
Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, sebab seorang pemalu adalah orang yang takut berdiam diri dan inilah yang mengharuskan kita membahas tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi problem yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan orang lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam was-was.
5. Tidak
Merasa Aman
Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam mengendalikan diri.
Tidak diragukan lagi bahwa benturan kejiwaan yang datang secara tiba-tiba pada diri seseorang akan mendorong munculnya perasaan tidak aman dalam diri , yang kemudian akan menyebabkan tertimpa was-was. Sebagaimana, tekanan jiwa akan menghilangkan perasaan aman dalam pikiran seseorang. Ini juga merupakan penyebab lemahnya kepribadian dan menjadikannya sebagai sasaran empuk bagi penyakit was-was.
Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam mengendalikan diri.
Tidak diragukan lagi bahwa benturan kejiwaan yang datang secara tiba-tiba pada diri seseorang akan mendorong munculnya perasaan tidak aman dalam diri , yang kemudian akan menyebabkan tertimpa was-was. Sebagaimana, tekanan jiwa akan menghilangkan perasaan aman dalam pikiran seseorang. Ini juga merupakan penyebab lemahnya kepribadian dan menjadikannya sebagai sasaran empuk bagi penyakit was-was.
6. Jiwa
yang Lemah
Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan lemah.
Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan lemah.
b.
Kemasyarakatan
Terkadang, dalam beberapa keadaan, was-was diakibatkan oleh faktor sosial dimana kita dapat melihat sebagian gejalanya ketika seseorang melakukan suatu perbuatan yang sama dengan orang lain dan selalu mengikutinya. Namun kasus ini berbeda dengan dimana anak-anak mewarisinya dari ayah atau ibunya. Dengan kata lain, mengikuti perilaku orang lain dan taklid terhadap kelakuan mereka yang salah serta berteman dengan segala penderita penyakit tersebut akan menyebabkan terjadinya kontradiksi yang dibencinya dan membantu proses transfer penyakit tersebut dari satu orang kepada orang lain.
Terkadang, dalam beberapa keadaan, was-was diakibatkan oleh faktor sosial dimana kita dapat melihat sebagian gejalanya ketika seseorang melakukan suatu perbuatan yang sama dengan orang lain dan selalu mengikutinya. Namun kasus ini berbeda dengan dimana anak-anak mewarisinya dari ayah atau ibunya. Dengan kata lain, mengikuti perilaku orang lain dan taklid terhadap kelakuan mereka yang salah serta berteman dengan segala penderita penyakit tersebut akan menyebabkan terjadinya kontradiksi yang dibencinya dan membantu proses transfer penyakit tersebut dari satu orang kepada orang lain.
C.
Solusi Kegelisahan
Cara yang
mungkin juga baik untuk digunakan dalam mengatasi kegelisahan:
- Dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.
- Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
- Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas sehingga Ia mau mengabulkan permohonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab Tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadaNya.
Sumber :
tgas ibd ,PANDANGAN IDEOLOGI SEBAGAI PRIBADI
PANDANGAN IDEOLOGI SEBAGAI PRIBADI
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati, Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan,, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul sekita atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu lama dan terus-
Ilmu Budaya Dasar Halaman 1 dari 14
menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya, akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu ;
∗ Cita-cita
∗ Kebajikan
∗ Usaha
∗ Keyakinan / kepercayaan
Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan . cita-cita aialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tenteram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.
Cara manusia memandang dan mensikapi apa yang terdapat dalam alam semesta bersumber dari beberapa faktor yang dominan dalam kehidupannya. Faktor itu boleh jadi berasal dari kebudayaan, filsafat, agama, kepercayaan, tata nilai masyarakat atau lainnya. Luasnya spektrum pandangan manusia tergantung kepada faktor dominan yang mempengaruhinya. Cara pandang yang bersumber pada kebudayaan memiliki spektrum yang terbatas pada bidang-bidang tertentu dalam kebudayaan itu.
Dalam tradisi Islam klasik terma khusus untuk pengertian worldview belum diketahui, meski tidak berarti Islam tidak memiliki worldview. Para ulama abad 20 menggunakan terma khusus untuk pengertian worldview ini, meskipun berbeda antara satu dengan yang lain. Maulana al-Mawdudi mengistilahkannya dengan Islami nazariat (Islamic Vision), Sayyid Qutb menggunakan istilah al-TaÎawwur al-IslamÊ (Islamic Vision), Mohammad AÏif al-Zayn menyebutnya al-Mabda’ al-IslÉmÊ (Islamic Principle), Prof. Syed Naquib al-Attas menamakannya Ru’yatul Islam lil wujËd (Islamic Worldview).
Meskipun istilah yang dipakai berbeda-beda pada umumnya para ulama tersebut sepakat bahwa Islam mempunyai cara pandangnya sendiri terhadap segala sesuatu. Penggunaan kata sifat Islam menunjukkan bahwa istilah ini sejatinya adalah netral. Artinya agama dan peradaban lain juga mempunyai Worldview, Vision atau Mabda’, sehingga al-Mabda’ juga dapat dipakai untuk cara pandang komunis al-Mabda’ al-Shuyu’i, Western worldview, Christian worldview, Hindu worldview dll. Maka dari itu ketika kata sifat Islam diletakkan didepan kata worldview, Vision atau Mabda’ maka makna etimologis dan terminologis menjadi berubah. Penjelasan dari istilah menunjukkan akan hal itu:
Menurut al-Mauwdudi, yang dimaksud Islami Nazariyat (worldview) pandangan hidup yang dimulai dari konsep keesaan Tuhan (shahadah) yang berimplikasi pada keseluruhan kegiatan kehidupan manusia di dunia. Sebab shahadah adalah pernyataan moral yang mendorong manusia untuk melaksanakannya dalam kehidupannya secara menyeluruh.[4]
Shaykh Atif al-Zayn mengartikan mabda’ sebagai aqidah fikriyyah (kepercayaan yang rasional) yang berdasarkan pada akal. Sebab setiap Muslim wajib beriman kepada hakekat wujud Allah, kenabian Muhammad saw, dan kepada al-Qur’an dengan akal. Iman kepada hal-hal yang ghaib……..itu berdasarkan cara penginderaan yang diteguhkan oleh akal sehingga tidak dapat dipungkiri lagi. Iman kepada Islam sebagai Din yang diturunkan melalu Nabi Muhammad saw untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, dengan dirinya dan lainnya.[5]
Sayyid Qutb mengartikan al-tasawwur al-Islami, sebagai akumulasi dari keyakinan asasi yang terbentuk dalam pikiran dan hati setiap Muslim, yang memberi gambaran khusus tentang wujud dan apa-apa yang terdapat dibalik itu.[6]
Bagi Naquib al-Attas worldview Islam adalah pandangan Islam tentang realitas dan kebenaran yang nampak oleh mata hati kita dan yang menjelaskan hakekat wujud; oleh karena apa yang dipancarkan Islam adalah wujud yang total maka worldview Islam berarti pandangan Islam tentang wujud (ru’yaat al-Islam lil-wujud).[7]
Pandangan-pandangan diatas telah cukup baik menggambarkan karakter Islam sebagai suatu pandangan hidup yang membedakannya dengan pandangan hidup lain. Namun, jika kita kaji keseluruhan pemikiran dibalik definisi para ulama tersebut kita dapat beberapa orientasi yang berbeda. Al-Maududi lebih mengarahkan kepada kekuasaan Tuhan yang mewarnai segala aktifitas kehidupan manusia, yang berimplikasi politik. Shaykh Atif al-Zayn dan Sayyid Qutb lebih cenderung mamahaminya sebagai seperangkat doktrin kepercayaan yang rasional yang implikasnya adalah ideologi. Naquib al-Attas lebih cenderung kepada makna metafisis dan epistemologis.
Ideologi adalah gabungan antara pandangan hidup yang meruupakan yang merupakan ninilai –nilai yang telah mengkristal dari suatu bangsa serta Dasar Negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa, selain itu, Idiologi adalah merupakan hasil reflesi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Maka terdapat suatu yang bersifat dialektis antara idiologi dengan masyarat negara. Di suatu pihak membuat idiologi semakin realistis dan pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya.
http://yodi-adhari.blogspot.com/2010/04/pengertian-pandangan-hidup-dan-ideologi.html
PANDANGAN IDEOLOGI SEBAGAI WARGA NEGARA
Pengertian
Ideologi sebagai Ideologi Negara
Nilai-nilai pancasila yang
terkandung di dalam nya merupakan nilai-nilai ketuhanan, kemabusiaan,
persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
Nilai-nilai pancasila sebagai
sumber nilai bagi manusia Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan
bernegara, maksudnya sumber acuan dalam betingkah laku dan bertindak dalam
menetukan dan menyusun tata aturan hidup berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian nilai-nilai
pancasila menjadi ideologi yang tidak diciptakan oleh negara, melainkan digali
dari harta kekayaan rohani moral dan budaya masyarakat Indonesia sendiri.
Sebagai ideologi yang tidak
diciptakan oleh negara menjadikan pancasila sebagai ideologi juga merupakan
sumber Indonesia dan meliputi suasana kebatinan dari undang –undang nilai
sehingga pancasila merupakan asa kerohanian bagi tertib hukum Indonesia
dan meliputi suasana kebatinan dari undang undang dasar 1945 serata mewujudkan
cita-cita hukum bagi hukum dasar negara.
2.
Pentingnya Ideologi bagi suatu
bangsa dan negara (Fungsi Ideologi)
Ideologi dimaknai
sebagai keseluruhan pandangan, citap-cita, nilai, dan keyakinan yang
ingin diwujudkan dalam kenyataan hidup nyata. Ideologi dalam artian ini sangat
diperlukan, karena dianggap mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan,
memberikan arahan mengenai dunia beserta isinya, serta menanamkan semangat
dalam perjuangan masyarakat untuk bergerak melawan penjajahan, yang selanjutnya
mewujudkan dalam kehidupan penyelenggara negara.
Pentingnya ideologi bagi suatu
negara juga terlihat dari fungsinya. Adapaun fungsi idelogi adalah sebagai
berikut:
1.
Membentuk
identitas atau ciri kelompok atau bangsa
2.
Mempersatukan
sesama
3.
Mempersatukan
orang dari berbagai agama
4.
Mengatasi
berbagai pertentangan / konflik / ketegangan sosial
5.
Pembentukan
solidariatas
3.
Perbandingan Ideologi
Pancasila Dengsn Ideologi lain (ideologi liberalisme dan idelogi sosialisme)
|
No
|
Aspek
|
Ideologi Liberalisme
|
Ideologi Sosialisme
|
Ideologi Pancasila
|
|
1
|
Politik (hubungan negara dengan warga negara)
|
Negara sebagai penjaga malam. Rakyat atau warganya mempunyai kebebasan
atau bertinddak apa saja asal tidak melanggar tats tertib hukum, kepentingan
dan hak warganegara lebih diutamakn dari, pada kepentingsn negara
|
Kepentingan negara lebih diutamakan daripada kepentingan warga negara.
Kebebasan atau kepentingan warga negara dkalahkan untuk kepentingan negara.
|
hubungan antara warga negara dengan negara adalah seimbang. Artinya
kepentingan negara dengan warga negara sama-sama dipetingkan
|
|
2
|
Agama (hubungan negara dengan agama)
|
Negara tidak mempunyai urusan agama. Agama menjadi urusan pribadi setiap
warga negaranya. Warga negara bebas beragama, tetapi juga bebas tidak
beragama.
|
Kehidupan agama terpisah dengan negara. Warga negara bebas beragama,
bebas tidak beragama dan bebas pula untuk propaganda anti-agama.
|
Agama erat hubungannya dengan negara. Setiap warganegara dijamin pula
kebebasanya untuk memilih salah satu agama yang diakui oleh pemerintah.
Setiap orang harus beragama, dan tidak diperbolehkan propaganda anti-agama
|
|
3
|
Pendidikan (tujuan pendidikan)
|
Pendidikan diarahkan pada pengembangan demokrasi
|
Pendidikan diarahkan untuk membentuk warga negara yang senantiasa patuh
atau taat pada perintah negara
|
Pendidikan diarahkan untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab
memiliki akhlak mulia dan takwa kepada tuhan yang Tuhan yang Maha Esa.
|
|
4
|
Ekonomi (sistem perekonomian )
|
Sisitem ekonomi yang pengelolaannya diatur oleh kekuatan pasar. Sistem
ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individeu dalam kegiatan ekonomi dan
pemerintah tidak ikut campur dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah hanya
bertugas melindungi, menjaga dan memberi fasilitas
|
Sistem ekonomi sosialisme ini bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi
yang lebih baik dan perolehan produksi kekayaan yang lebih baik. Sisitem
sosialisme berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila
berpondasikan kemakmuran bersama dan merupakan faktor-faktor produksi yang
merupakan kepemilikan sosial
|
Sisitem ekonomi pancasila terdiri dari beberapa prinsip antara lain
berkaitan dengan prinsip kemanusiaan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme
ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan dan
keadilan
|
4.
Pengertian Pancasila Sebagai
Dasar Negara dan Fungsi Pancasila Sebagai dasar negara
Pancasila sebagai dasar negara
adalah kehidupan bernegara.
Fungisi pancasila sebagai
dasar negara adalah menjadikan setiap tingkah laku dan setiap pengambilan
keputusan para penyelenggara negara dan pelaksana pemerintah harus selalu berpedoman
pada pancasila dan tetap memegang teguh cita-cita moral bangsa.
5.
Proses Perumusan Pancasila
Sebagai Dasar Negara
Ideologi dan dasar negara kita
adalah pancasila. Pancasila terdiri dari lima sila kelima sila itu adalah
1.
Ketuhanan
yang maha esa
2.
Kemanusiaan
yang adil dan beradap
3.
Persatuan
Indonesia
4.
Kerakyatan
yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.
Keadilan
bagi seluruh rakyat Indonesia
Sebelum tanggal 17 agustus 1945
Indonesia belum merdeka. Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa lain seperti
portugis, Inggris, Belanda, Jepang. Paling lama menjajah adalah Belanda.
Sebelum kedatangan bangsa asing, indonesia terdapat kerajaan-kerajaan besar
yang merdeka misalnya Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram, Ternate dan Tidore.
Terhadap penjajahan tersebut bangsa Indonesia selalu melakukan perlawanan dalam
bentuk perjuangan bersenjata maupun politik.
Pejuangan bersenjata bangsa
Indonesia dalam mengusir penjajah, dalam hal ini belanda, sampai dengan tahun
1908 boleh dikatakan selalu mengalami kegagalan. Penjajah Belanda berakhir pada
tahun 1942, tepatbya tanggal 8 Maret. Sejak saat itu Indonesia di duduki oleh
tentara Jepang.
Mulai tahun 1945 , tentara
jepang kalah oleh sekutu. Untuk menarik simpati, jepang memberikan janji
kemerdekaan janji ini diucapkan oleh perdana menteri Kaiso pada tanggal 7
September 1944. Karena keadaan jepang terus menerus mendesak, maka pada tanggal
39 april 1945 jepang memberikan janji kemerdekaan bangsa indonesia yaitu janji
kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam maklumat Gunseikan (pembesar
tertinggin sipil dari pemerintah militer jaepang di jawa dan madura) no 23.
Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentkan BPUPKI. Tugas badan ini adalh
menyelidiki dan mengumpulkan usul-uslu untuk selanjutnya dikemukakan kepada
pemerintahan jepang untuk dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia. Anggota
BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945-1 Juni 1945.
Pada sidang pertama banyak
orang yang berbicara dua diantarany Muhammad yamin dan Bung kiarno yang
masing-masin g mengusulkan caloin dasr negara. Muhammad yamin mengajukan usul
secara lisan dan tertulis. Contoh srcara lisan:
1.
Peri
kebangsaan
2.
Peri
kemanusiaan
3.
Peri
ketuhanan
4.
Peri
kerakyatan
5.
Kesejahteraan
Contoh secara tertulis:
1.
Ketuhanan
yang maha esa
2.
Persatuan
indonesia
3.
Rasa
kemanusiaan yang adil dan beradap
4.
Kerakyatn
yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan.
5.
Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bung karno mengajukan usul
mengenai calon dasar negara yang terdiri atas lima hal yaitu:
1.
Nasionalisme
2.
Internasionalisme
3.
Mufakat/demokrasi
4.
Kesejahteraan
sosial
5.
Ketuhanan
yang berkebudayaan
Kelima hal ini oleh bung Karno
diberi nama pancasila. Kelima sila tersebut dapt dipers menjadi Trisila yaitu:
1.
Sosionasionalisme
2.
Sosiodemokrasi
3.
Ketuhanan
Selesai sidang pertama pada 1
Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk panitai kecil tugasnya
adlah menampung usul-usul yang masuk dan memriksa serta melaporkan kepadasidang
pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara
tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota
panitia kecil terdiri dari 8 orng yaitu:
1.
Ir.
Sukarno
2.
Ki
bagus Hadi Kusumo
3.
KH
Wahid Hasyim
4.
Mr.
Muh Yamin
5.
M.
Sutardjo Kartohadi Kusumo
6.
Mr.
A.A Maramis
7.
R.
Otto Iskandar Dinata
8.
Drs.
Muh. Hatta
Pada tanggal 22 Juni 1945
diadakan rapat gabungan antara panitia kecil, dengan para panitia kecil dengan
para anggota BPUPKI yang berdomisil di jakarta. Hasil yang dicapai antara lain
disetujinya dibentuk sebuah panitia kecil penyelidik usul-usul perumus dasar
negara, yang terdiri atas sembilan orang.
Panitia kecil yang
beranggotakan sembilan orang itu pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan
berhasil merumuskan calon mukadimah hukum dasar atau dikenal “piagam Jakarta”
Dalam sidang BPUPKI kedua,
tanggal 10-16 juli 1946, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan hukum
dasar. Pada tanggal 9 agustus dibentuk panitia persiapan kemerdekaan Indonesia
(PPKI). Pada tanggal 15 Agustus 1945 jepang menyerah tanpa syarat kepada
sekutu, dan sejak itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia yaitu
dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus. Sehari
setelah proklamasi kemerdekaan mengadakan sidang.
Bung hatta mengemukakan bahwa
pada tanggal 17 Agustus sore hari ada utusan dari Indonesia bagian Timur
yang menemuinya. Intinya rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada
alinea ke empat preambul, dibelakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan
menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus. Jika tidak
maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI
yang baru saja diproklamasiakan. Usul ini oleh Muh Hatta disampaikan kepada
tokoh-tokoh islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Oleh karena pendekatan yang
terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan mrngingat Indonesia baru saja
merdeka, akhirnya tokoh Islam merelazkan dicoretnya kalimat “dengan kewajiban
menjalankan syariat0-syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “ketuhanan
yang maha esa”.
SUMBER :
Langganan:
Postingan (Atom)